Pengalaman supir taksi

Assalamualikum wr.wb

SUMBER : CERPEN MU Komunitas Penulis Cerpen Indonesia,

judul: Pengalaman Supir Taksi
Cerpen Karangan: Ossy Sagara
Lolos moderasi pada:23 April 2015

Malam itu gerimis mengguyur wilayah
jakarta. Jalanan terasa sunyi senyap,
maklum jam sudah menunjukkan
pukul 2 dini hari. Yoyok
mengemudikan taksinya dengan
pelan di depan mall mangga 2, berharap ada penumpang yang
sedang menunggu taksi. Ketika di
lampu merah ada seorang wanita
muda tionghoa berperawakan kurus
menggunakan rok mini ketat menyetop taksinya. Setelah tiba di dalam Yoyok dengan
ramah pun mengucapkan “Selamat
malam, mau kemana mba?”.
“kelapa gading” jawab wanita itu
singkat.
Dengan sigap yoyok pun membelokkan taksinya menuju
wilayah tersebut. Perjalanan pun dilanjutkan dengan
kesunyian, sebenarnya yoyok sudah
terbiasa akan penumpang yang lebih
banyak diam dibanding penumpang
yang terbiasa mengobrol. Karena dari
pool taksinya dia sudah diajari bahwa ada beberapa tipe penumpang yang
lebih senang diam dan supir pun tidak
diperkenankan untuk mengajak
berbicara hal lain selain rute
perjalanan kepada penumpang
tersebut. 45 menit berlalu tak terasa taksi sudah
memasuki wilayah komplek kelapa
gading. “Cluster Anggrek Blok B2 No
7, itu rumah saya pak” kata wanita
muda itu mengetahui hampir sudah
tiba di lokasi. “Baik mba” (“wah untung kemarin ke
daerah ini juga, kalau tidak salah
cluster anggrek itu setelah cluster lili”
batin yoyok). Setelah melewati cluster lili yoyok pun
membelokkan taksinya masuk ke
cluster Anggrek. Ketika di pos
security, seorang petugas keamanan
pun keluar yoyok pun dengan sigap
menurunkan kaca mobilnya lalu berkata “Mau ke Blok B2 No 7 pak”.
lalu petugas security pun
membukakan gerbang agar taksi
yoyok bisa masuk, “Silahkan pak,
gang ke 2 belok kanan ya”. Taksi pun
berjalan lagi setelah melewati gang pertama yoyok pun belok di gang ke
2 dan sekilas melihat nomor rumah
yang tertera di pojokan B2 No 1 “oh
berarti 6 rumah lagi” batin yoyok. Tapi
ketika baru sampai rumah no 4 tiba
tiba tercium aroma melati yang sangat menusuk, seketika itu juga yoyok
merasakan bulu kuduknya berdiri tapi
yoyok mencoba cuek dan terus
berjalan menuju rumah No 7. Taksi berhenti di depan pagar hitam
menjulang tinggi, di tembok
sebelahnya tertera tulisan B2 No 7.
Lampu rumah terlihat menyala di lantai
2 dan di taman, selebihnya yoyok
tidak memperhatikan lagi dan menoleh ke belakang dan berucap
“Sudah sam…”, belum habis
ucapannya yoyok pun agak kaget
karena tidak menemukan siapa siapa
di kursi belakang. “Jangan jangan
sudah keluar, tapi kok gak ada suara pintu dibuka ya” batin yoyok, lalu
dengan segera membuka pintu dan
segera keluar taksi, tapi aneh di luar
pun tampak sepi, tidak ada seorang
pun yang tampak, jalanan pavling
blok terlihat sepi lengang, tidak ada tanda tanda seseorang pun disitu. Tiba tiba aroma melati yang sangat
wangi tercium kembali bulu kuduk
yoyok pun kembali berdiri lagi, tubuh
yoyok pun terasa bergetar, lalu
dengan sigap yoyok segera masuk ke
dalam taksinya. Setelah mengecek di kursi belakang tidak ada orang yoyok
pun segera memutar taksinya dengan
cepat dan menarik gas bergegas
meninggalkan tempat itu. Sesampainya pos security yoyok pun
turun dan terbata bata bertanya
kepada petugas “Ma af Pak.. ttt tadi
waktu saya masuk liat ada
penumpangnya gak?”.
Petugas security itu pun heran, dan sambil menggelengkan kepalanya
menjawab “Tidak ada pak, saya pikir
bapak mau menjemput orang di B2
No 7″.
“Bb bukan pak, saya tadi mengantar
seorang wanita muda keturunan tionghoa yang minta diantar pulang
ke Blok B2 No 7, tapi sampai di rumah
itu tiba tiba orangnya menghilang”
ucap yoyok.
Security itu pun mengerutkan dahinya
“Setahu saya di rumah No 7 itu tidak ada gadis muda yang tinggal disitu,
rumah itu hanya ditempati oleh
sepasang suami istri berumur sekitar
50 tahunan, mereka memang
keturunan tionghoa. Terus bagaimana
ciri ciri penumpang mas?”. “Wah rambutnya panjang pak, pake
baju kaos warna ****h? dan rok mini seksi
deh pokoknya…

emang di rumah no 7
itu gak ada penghuni lain selain
sepasang suami istri itu ya pak?”.
Petugas security itu diam sebentar lalu berkata “Sebenarnya dulu sih mereka
punya seorang putri,umurnya sekitar
23 tahunan cantik dan seksi memang,
tapi…” terdiam dan menghisap
rokoknya dalam dalam.
“tapi apa pak?” kejar yoyok tidak sabar.
“Tapi sudah meninggal sekitar 1 bulan
yang lalu” lanjut security itu.
“Kejadiannya kalau tidak salah waktu
kerusuhan bulan kemarin itu lho,
denger denger sih dia diperk*sa di dalam taksi lalu dibuang di pinggir
jalan hingga meninggal, katanya sih
waktu mau pulang kerja, memang sih
neng itu kalau kerja selalu pakai rok
mini” . Yoyok pun langsung lemas
mendengar kisah itu, pantas saja tadi
tercium aroma melati yang kuat
sehingga bulu kuduknya berdiri, lalu
melihat jamnya, tanggal 15 Juni 1998,
yang berarti tepat 1 bulan setelah kerusuhan mei 98 terjadi.

Cerpen Karangan: Ossy Sagara
Blog: http://bwid-
cerpen.blogspot.com/
Penulis : adalah seorang karyawan
swasta yang menyukai musik dan
catur. Dengan impian traveling ke seluruh Indonesia mengunjungi
daerah yang belum terjamah
wisatawan.

sekian dan trimakasih wassalam.

Iklan

Tentang Rofi@ashter

Saya adalah saya bukan siapa2...Saya hanya mencoba untuk berbagi apa yg saya punya.....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Pengalaman supir taksi

  1. wahyu berkata:

    warna bajunya apa pax ??

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s