Resep hidup sehat

SUMBER: Branda FB Greget jowo

Resep Sehat ala Cak Nun
Emha Ainun Nadjib yang populer dengan
panggilan Cak Nun, biasanya selalu energik dalam
berbicara di panggung maupun dalam kehidupan
sehari-hari serta bersemangat ketika
mengeluarkan statemen. Suami Novia Kolopaking
ini ternyata mempunyai rahasia hidup tersendiri
yang beliau jalani selama ini. Apa saja itu? Ikuti
wawancara saya dengan Kiai Mbeling ini….
Mr: Assalamu’alaikum Cak…
CN: Wa’alaikum salam Warahmatullah
wabarakatuh
Mr: Mohon maaf Cak Nun, di usia panjenengan
yang tergolong sepuh ini, apa ada rahasianya
sehingga tetap energik berkeliling kota bahkan
lintas Negara?
CN: Jelas ada. Saya ini berusaha tidak akan
makan kalau tidak lapar dan tidak akan makan
makanan satu piring walaupun saya bisa makan
satu piring penuh. Maka saya prihatin sebenarnya
dengan kru muda Kiai Kanjeng dan umumnya
anak-anak muda bangsa ini sekarang yang
mudah kena flu dan gampang sakit-sakitan kalau
di tren. Dan saya salalu memelihara ketenangan
batin dengan menghadirkan Allah dan Rasulullah
dalam diri, karena itulah energi yang hebat.
Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah
walaupun hanya tidur satu jam sehari tidak
pernah sakit-sakitan.
Mr: Caranya Cak?
CN: Jangan banyak bicara jika tidak perlu. Selalu
berdzikrullah kemanapun dan di manapun dari
lubuk hati serta membaca shalawat kepada
baginda Nabi Muhammad SAW. Ketika
menghadirkan Allah dalam dirimu, maka kamu
akan tenang. Ketika menghadirkan Rasulullah,
dirimu akan menjadi tentram. Itu semua sudah
janji Allah di al-Qur’an.
CN: Walaupun di tengah keramaian?
Cn: Nah inilah fungsinya topo ngrame. Yaitu
mampu menghadirkan Allah walaupun dalam
keadaan seramai apapun. Kalau sudah bisa
berdzikrullah dalam keramaian, kamu akan
mempunyai kekuatan energi. Tapi, kalau sudah
bisa jangan pernah sombong.
Mr: Energi apa yang panjenengan maksud?
CN: Ya energi dari Allah yang diberikan kepada
orang-orang dahulu sebelum kita. Mereka mampu
menghidupkan listrik rumah-rumah warga satu
desa dengan kekuatan energi yang mereka miliki
tanpa menggunakan skakel atau remote control.
Di sinilah kebersihan dan kejernihan hati
dipertaruhkan, dan kita ini kalah jauh
dibandingkan mereka. Nah, karena sekarang
kesucian jiwa tidak menjadi ukuran, maka orang-
orang yang berbuat kotor pun tetap bisa
memperoleh gelar-gelar tertentu. Kalau ada
seorang yang mau mendapatkan gelar doktor,
kemudian dua jam sebelumnya dia berzina
dengan perempuan dan tidak ketahuan, dia tetap
saja akan mendapatkan gelar itu. Sedangkan
dulu tidak seperti itu. Inilah yang saya katakan
kekuatan manusia semakin menurun.
Mr: Sejarah seperti itu, bisakah terulang?
CN: Sangat-sangat bisa. Maka jangan gampang
menuduh dulu kepada peserta The Master
dengan mengatakan mereka menggunakan jin.
Apa buktinya kalau mereka pakai jin? Orang
menuduh itu harus punya bukti. Justru
sebaliknya, kita sebagai orang beriman harus
mengambil pelajaran dan berprasangka baik,
bahwa energi diri yang dikelola dengan baik akan
menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Cuma,
saya nggak setuju kalau punya kekuatan saja kok
dimasukkan TV. Mau bedah rumah dimasukkan TV.
Kalau kamu mau memperbaiki rumah tetanggamu,
lebih baik ya diam-diam saja. Sekali lagi, semua
bisa asalkan mau membersihkan jiwanya.
Mr: Cara untuk menuju ke arah sana, Cak?
CN: Tinggalkan segala bentuk suplemen, yaitu
segala sesuatu yang di luar Allah. Karena hal itu
membuat kita kerdil, lemah, loyo dan kehilangan
energi diri yang telah dianugerahkan oleh Allah.
Orang yang biasa menggunakan suplemen berarti
lemah tauhidnya karena biasa mengandalkan
selain Allah. Maka bisa kamu lihat, kehidupan
kebanyakan manusia akhir-akhir ini yang telah
menggunakan suplemen, penyakitnya justru
macam-macam. Kalau media mau mengekspose,
banyak sekali orang mati gara-gara suplemen.
Sayang jarang sekali yang mau mengekspose.
Mr: Kalau soal tidur satu jam bagaikan semalam?
CN: Kalau kamu sudah bisa menjadi khalifah atas
diri kamu sendiri. Kamu sudah bisa menekan
nafsumu dengan baik, maka sama saja makan
sedikit dengan makan banyak. Sama saja sedikit
tidur dengan banyak tidur. Saya sudah
mengikhlaskan diri saya untuk Allah. Semua saya
serahkan kepada Allah. Jadi ya tidak ada beban,
karena sudah terserah Allah.
Mr: Jadi kita tetap harus berdoa kepada Allah?
CN: Ya, namun jangan mengartikan doa itu
meminta, tetapi menyapa. Contohnya, kalau kamu
sering menyapa dan baik dengan saya, walaupun
kamu tanpa meminta, kalau saya punya apa-apa
pasti kamu saya beri. Tetapi kalau kamu tidak
pernah menyapa saya, lalu kamu selalu meminta
terus kepada saya. Kamu tidak akan saya
hiraukan. Kata dasar doa adalah da’aa- yad’uu.
Artinya menyapa.
Mr: Mengenai pentas, apa yang Cak Nun inginkan
dengan adanya pementasan-pementasan?
CN: Yang saya inginkan hanyalah menguatkan
persaudaraan dan kedekatan dengan sesama
manusia. Bagi saya, sama saja yang datang
dalam acara-acara pementasan ini satu orang
maupun jutaan orang, yang penting terjadi
adanya hubungan persaudaraan.
Mr: Matur Suwun Cak Nun?
CN: Sama-sama.
*
(Wawancara oleh Arif Khunaifi, foto oleh Denny
Lensa)

Iklan

Tentang Rofi@ashter

Saya adalah saya bukan siapa2...Saya hanya mencoba untuk berbagi apa yg saya punya.....
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s